katalistiwa.online, melawi - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, sepanjang 2026 tidak hanya memicu kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tetapi juga memperberat persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Perkumpulan Lembaga Pengembangan Masyarakat Swandiri (Gemawan) menghadirkan bantuan sumur bor bagi dua komunitas di Kabupaten Melawi. Bantuan ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh air bersih sekaligus menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan kebakaran.
Dua komunitas penerima bantuan tersebut adalah masyarakat hukum adat (MHA) Dusun Sebaju, Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, serta masyarakat lokal Dusun Sungai Raya, Desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara.
Bagi masyarakat di kedua dusun tersebut, keberadaan sumur bor bukan sekadar tambahan fasilitas air bersih. Bantuan ini menjadi harapan baru ketika sumber air yang selama ini diandalkan mulai menghadapi persoalan, mulai dari kekeringan hingga pencemaran.
Harapan masyarakat Dusun Sebaju mulai terlihat saat proses pengeboran sumur mencapai kedalaman sekitar 18 meter dan menemukan sumber air dengan debit yang dinilai melimpah.
Sakirin, Ketua Tim Pengeboran Sumur, mengatakan sumber air yang ditemukan berpotensi memenuhi kebutuhan warga di kawasan permukiman bagian dalam Dusun Sebaju.
Menurut perkiraannya, sumur tersebut dapat mendukung kebutuhan air bersih sekitar 40 rumah tangga. Bahkan, airnya dinilai memungkinkan untuk dialirkan melalui beberapa saluran sekaligus.
“Kalau melihat air ne, bisa seluruh kampung ini. Air ne bisa dipasang empat paralon sedot sekaligus. Soalnya, bisa disedot pakai mesin Robin. Kami selaku penggali pun puas mendapatkan air sebanyak ini,” kata Sakirin seusai proses pengeboran, Selasa (13/10/2026).
Temuan sumber air tersebut disambut gembira Kepala Dusun Sebaju, Yayan. Ia mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih selama ini menjadi persoalan bagi masyarakat yang bermukim di antara kawasan Sungai Kebebu dan Sebaju.
Sebelum sumur bor tersedia, warga mengandalkan Sungai Kebebu sebagai salah satu sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, menurut Yayan, kondisi sungai tersebut kini tercemar akibat aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di bagian hulu.
“Sumber air paling dekat dengan permukiman Sungai Kebebu, tapi Sungai Kebebu tercemar. Untung ada air sumur bor yang diberi Gemawan ini. Terima kasih banyak kepada Gemawan,” ujar Yayan.
Kondisi tersebut memperlihatkan persoalan yang dihadapi masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan musim kemarau. Ketika sumber air sungai yang biasa digunakan mengalami pencemaran, masyarakat membutuhkan alternatif sumber air yang lebih mudah dijangkau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Agar manfaat bantuan tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi sumur, pemerintah dusun berencana memperluas akses distribusi air.
Yayan mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat Sebaju untuk membahas penempatan titik pengambilan air yang dapat dijangkau warga di kawasan permukiman bagian dalam.
“Kami berencana mau meletakkan tiga titik akses yang bisa diambil masyarakat,” ujarnya.
Rencana tersebut diharapkan mempermudah warga memperoleh air tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sumber air sungai.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, sumur bor yang berada di aula pertemuan Dusun Sebaju itu juga diproyeksikan menjadi sumber air untuk membantu pemadaman kebakaran.
Yayan mengatakan, ketersediaan air menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat ketika kebakaran terjadi di sekitar dusun mereka.
Dalam situasi kemarau panjang, keberadaan sumber air yang lebih dekat dengan permukiman dinilai penting untuk mendukung upaya penanganan kebakaran, terutama ketika akses terhadap air menjadi terbatas.
Meski demikian, pemanfaatannya untuk pemadaman tetap perlu didukung kesiapan peralatan, sistem pengambilan air, dan koordinasi warga agar dapat digunakan secara efektif ketika dibutuhkan.
Manfaat serupa juga diharapkan masyarakat lokal Dusun Sungai Raya, Desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara, yang turut menerima bantuan sumur bor dari Gemawan.
Bujang Sasmi, tokoh masyarakat yang dituakan di Dusun Sungai Raya, mengatakan bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekaligus mendukung penanganan kebakaran di sekitar permukiman.
Ia memperkirakan sumber air itu dapat membantu memenuhi kebutuhan sekitar 20 rumah tangga di kawasan tersebut.
“Terima kasih kepada Gemawan. Kami akan manfaatkan sebaik-baiknya sumur bor ini untuk air bersih masyarakat dan untuk memadamkan api. Terima kasih kepada Bang Isa dan kawan-kawan Gemawan,” ucap pria yang akrab disapa Bang Bujang tersebut.
Bujang mengungkapkan, sebelum adanya bantuan sumur bor, warga menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur gali mereka mengering.
Sebagian masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi terpaksa membeli air untuk kebutuhan minum. Sementara itu, warga yang tidak mampu membeli air harus memanfaatkan air Sungai Melawi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Air sungai tersebut terlebih dahulu diendapkan sebelum dimasak untuk dikonsumsi.
“Kalau kami beli, tapi yang tidak mampu terpaksa harus mengonsumsi air yang ada,” tuturnya. (taji)

Kolom Komentar Pembaca